•  

Resensi

Ghostgirl Homecoming



Ketika berhadapan dengan kematian, kau terpaksa menggali dirimu dalam-dalam untuk memahami siapa dirimu yang sesungguhnya dan apa yang benar-benar kaurasakan. Bagaimana facial peer yang kasar, kematian menggosokmu dengan keras, mengelupas topeng penyangkalan, alasan, dan masalah yang sudah menumpuk selama masa kehidupanmu. Yang tersisa tidak selalu enak dilihat, setidaknya pada awalnya.

Pernahkah terlintas dalam pikiran, membayangkan kehidupan sesudah mati? Apa jadinya ternyata yang disebut surga adalah kantor telepon??

Kantor telepon?? Yup, kantor telepon. Masing-masing bertugas mengangkat telepon yang berdering. Charlotte, seorang gadis belia yang mati akibat tersedak permen berkeluh kesah bahwa teleponnya belum pernah sekali pun berdering, sangat berbeda dengan milik Maddy yang selalu berdering setiap saat.

“Kalian akan menjadi suara di dalam kepala orang lain. Ketika mereka ketakutan atau kebingungan atau kesepian atau merenungkan sesuatu yang tidak terpikirkan, telepon kalian akan berdering.” Itulah tugas mereka.

Kehidupan Charlotte telah berakhir, namun dia tidak berhenti bermimpi, walaupun dia merasa bahwa mimpi-mimpinya tertahan oleh sebuah rem abadi.

Agar pintu surga terbuka untuknya, Charlotte harus menangani satu masalah di dunia, yang ternyata berkaitan dengan kehidupannya dahulu. Tragedi dan penyakit memiliki cara yang aneh untuk menyatukan manusia. Menolong bukan sekedar panggilan, melainkan keahlian, sesuatu yang bisa dipelajari. Dia harus menolong Scarlet untuk mengembalikan arwah Petula, kakaknya yang sedang dalam keadaan kritis. Petula adalah kandidat Ratu Homecoming, gadis idaman semua pria di Homecoming. Salah satunya adalah Damen, pria idaman Charlotte yang ternyata adalah pacar Scarlet.

Mampukah Charlotte melewati rintangan yang dihadapinya?? Dapatkan dia membawa Petula ke Alam kehidupan?? Apakah yang akan didapatkannya setelah berhasil??

Kata-kata bijak:
- Doa yang terjawab mendatangkan lebih banyak air mata daripada doa yang tidak terjawab.
- Seseorang akan kehilangan begitu banyak perhatian begitu dia memutuskan untuk tidak lagi menjadi sesuatu tetapi seseorang.
- Kita adalah apa yang kita perankan, jadi berhati-hatilah dalam memilih peran.
- Belajarlah dari kehidupan, namun sesungguhnya kematian adalah guru terbaik.
- Teman dekat adalah orang yang kau pilih untuk berada di dekatmu dan keluarga adalah orang yang sudah semestinya ada didekatmu.
- Selalu camkan bahwa kau adalah sosok yang unik, sama seperti semua orang lainnya.
- Setelah kau mati, maka kau siap menjalani kehidupan.
- Kehidupan adalah tidak tahu apa-apa, mau berubah, menghayati setiap momen dan memanfaatkannya sebaik mungkin, tanpa menyadari apa yang akan terjadi selanjutnya.
- Dunia ini adalah komedi bagi mereka yang mengandalkan otak, dan tragedi bagi mereka yang mengandalkan perasaan.
- Kau hanya akan merasa tidak dicintai jika kau pernah dicintai.
- Kehidupan bukan tentang berapa kali kau menarik napas. Tetapi tentang berapa peristiwa yang berhasil menghentikan napasmu.
- Kebaikan atau keburukan adalah hasil dari pilihan dan tindakan, bukan niat.
- Memberikan nasihat yang salah atau pertolongan yang salah pada waktu yang salah terkadang lebih buruk daripada tidak memberikan pertolongan sama sekali.

Covernya memang bergambar perempuan bermata bolong, tapi isinya jauh dari image seram. Jangan takut untuk membacanya di malam hari, walaupun kita akan melintasi Alam Kematian dan Alam Kehidupan.

Semua orang sendirian menghadapi kematian, dan sebagian orang tetap sendirian setelah mati.

Kantor dan Redaksi



Jln. Rambutan VIII No.4

Komplek Mahkamah Agung R.I

Pejaten Barat, Pasar Minggu

akarta Selatan, Indonesia

Telp (021) 27534040 (hunting)

Fax (021) 27534400

Showroom dan Toko Buku



Jln. Pertanian III No 58

Pasar Minggu

Jakarta Selatan

Phone. (021) 7824013

Follow Us On