•  

Resensi

A Little Princess



Bukan, ini bukan The Little Prince yang bercerita tentang petualangan pangeran kecil. Ini A Little Princess yang mengisahkan gadis kecil bernama Sara Crewe. Judul yang sepintas mirip, tapi isi cerita jauh berbeda.

Kapten Crewe sangat menyayangi anaknya, Sara Crewe. Bagi nya, anak yang pintar adalah harta yang tak ternilai harganya. Untuk menunjukkan rasa cinta kepada anaknya itu, Kapten Crewe membelikan Sara gaun-gaun yang indah serta boneka-boneka.

Boneka itu besar, tapi tidak terlalu besar untuk ditenteng; rambutnya keriting keemasan alami, yang tergantung seperti mantel yang menyelimutinya. Matanya dalam, jernih, abu-abu kebiruan, dengan bulu mata asli –bukannya garis yang digoreskan- yang lembut dan tebal. Boneka itu bernama Emily.

Sara adalah gadis kecil penuh khayalan dan pikiran fantastis, salah satunya adalah cara dia membayangkan betapa indahnya jika Emily hidup, bisa mendengar dan memahami Sara.

Jika kau memiliki seorang ayah yang tahu segala sesuatu, bisa berbicara dalam tujuh atau delapan bahasa, dan memiliki ribuan jilid buku yang sepertinya dia hafal di luar kepala, dia akan berharap kalau kau paling tidak memahami isi buku-buku pelajaranmu. Begitu pula dengan Kapten Crewe, mengirimkan Sara dari India ke Sekolah Asrama Nona Minchin di London.

Sebaliknya, Sara juga sangat menyayangi ayahnya; “Aku mencintai ayahku lebih dari apapun yang ada di dunia dikalikan sepuluh.”

Dia anak yang ramah, tulus, serta mau berbagi keistimewaan dan apa pun yang dimilikinya dengan teman-temannya. Sara tidak pernah menghardik atau memerintah anak-anak kecil yang biasanya menjadi bulan-bulanan anak yang lebih tua.

Pernah suatu hari Sara bercerita kepada temannya, Lottie; “Ibuku ada di surga. Tapi aku yakin terkadang dia menjengukku di sini, walaupun aku tidak bisa melihatnya. Ibumu juga begitu. Mungkin mereka sedang melihat kita sekarang. Mungkin mereka ada di ruangan ini.”

Menjadi seorang putri itu tidak ada hubungannya dengan penampilanmu atau apa yang kau miliki, tetapi apa yang kau pikirkan dan apa yang kau lakukan.

Jika semesta menakdirkan kita sebagai seorang dermawan, sejak lahir tangan dan hatimu akan senantiasa terbuka; dan meskipun saat kita tidak memiliki apa-apa untuk dibagikan, hati kita akan selalu penuh, dan kita bisa membagikan apa yang keluar dari sana –kehangatan, kebaikan, dan kelembutan- pertolongan, kenyamanan, dan tawa- kadang-kadang tawa yang hangat dan riang adalah pertolongan terbaik.

Kehidupan Sara yang bergelimangan harta, berubah 180 derajat saat ayahnya meninggal dan kekayaannya habis. Lebih tragis, hal itu dialami saat ulang tahunnya. Akankah dia kuat menghadapi cobaan hidup berikutnya??

Sebuah novel anak-anak karya Frances Hodgson Burnett yang terbit pertama kali sebagai buku pada tahun 1904. Mengisahkan pertalian antara cinta anak kepada ayahnya. Mengharu biru.

Judul Buku: A Little Princess
Penulis : Frances Hodgson Burnett
Penerbit : Atria
Cetak : April 2010
Tebal : 339 halaman

Kantor dan Redaksi



Jln. Rambutan VIII No.4

Komplek Mahkamah Agung R.I

Pejaten Barat, Pasar Minggu

akarta Selatan, Indonesia

Telp (021) 27534040 (hunting)

Fax (021) 27534400

Showroom dan Toko Buku



Jln. Pertanian III No 58

Pasar Minggu

Jakarta Selatan

Phone. (021) 7824013

Follow Us On